Jengah
KUPIKIR, aku harus membuat sebuah resolusi atau pertanyaan yang harus aku lakukan dan jawab di akhir tahun ini. Mungkin, itu akan menjadi arah bagiku yang tidak pernah punya arah. Orang-orang sering berpikir aku terencana, cerdik, dan taktis dalam hal apapun. Tapi, mereka tidak tahu bahwa; aku tidak punya tujuan apapun. Aku menjalani hari dengan datar. Aku menjalani tahun dengan tidak sadar. Dan aku memulai tahun baru dengan penyesalan. Sebuah perasaan yang sudah akrab denganku, namun sepertinya dia membenciku. Jadi, aku harus membencinya juga. Di sisi lain dalam diriku, aku ingin menangis. Oh iya, kapan terakhir aku menangis? Aku sudah lupa. Lupa karena aku jarang menangis. Dan lupa seberapa lemahnya diriku. Aku selalu mengingat, bahaa tangisan adalah bentuk kejujuran emosi paling tinggi. Saat kamu senang, sedih, takut; pada puncaknya tanpa satu kata untuk bicara, tangisan akan muncul sebagai sebuah kejujuran dan kedalaman perasaan. Apapun bentuk tangisan itu, ...