Membaca karya para Ulama terkhusus mutaqoddimin, membuka banyak wawasan. Tidak hanya satu bidang, bahkan banyak dari mereka menguasai banyak bidang dan diakui di kalangan para ulama. Pas lihat lemari dan lihat buku ini, aku merasa perlu baca buku ini lagi. Karena gak akan bisa ambil semua faedahnya hanya 1-2 kali baca. Apalagi, buku ini bikin aku merasa malu. Kadang karena cape atau bahkan malas, enggan baca buku ataupun seminimalnya belajar dengan cara lain. Padahal kebutuhan dan teknologi sudah memudahkan. Refleksi diri pas baca buku ini. Mereka (para ulama mutaqoddimin) raihlah dalam pencarian ilmu bukan hanya 1-2 tahun. Bukan hanya antar provinsi yang sekarang bisa naik transportasi yang mudah. Tapi antar negara, barat ke timur, dengan berjalan kaki atau menunggang keledai. Pun saat membaca buku, bukan hanya membaca, mereka merangkum, menambahkan, mempelajari dan mendalami tiap buku demi ilmu. Bahkan ada sebuah kisah menarik dari Imam Muhammad ibn Ya'qub Fairuz, dimana beliau...