Kenapa Aku Berputar?

 


DALAM proses hidup ini kita mengenal banyak orang. Mulai dari teman kecil hingga rekan kerja dalam sebuah putaran hidup. Dalam putaran itu ada banyak hal yang terjadi; baik, buruk dan bertengkar. Aku tidak akan mengatakan hal semacam itu membuat hubungan semakin rekat, karena ada banyak hubungan berakhir dalam satu kali putaran singkat.

Dalam list orang-orang yang mengenal kita maka bisa kita kelompokkan menjadi 3 kelompok: dekat, kenal dan tahu. Ini menjadi kelompok yang diakui atau tidak; menjadi sebuah kelompok besar dalam hidup kita. Ada beberapa orang yang menyebut semua orang yang dia kenal sebagai 'teman' dan 'teman' dekat sebagai 'sahabat'. Kurasa ini menjadi rancu dalam pengelompokkan orang-orang dalam hidup kita, tapi memang ini lebih mudah.

Jika kita menggunakan 2 pengelompokan, maka mereka yang kita tahu namanya tanpa pernah berinteraksi akan masuk dalam list 'teman'. Jadi, kategorinya akan semakin abu-abu. Seandainya antara orang yang pernah berinteraksi dengan kita dan hanya orang yang kita tahu masuk dalam kelompok yang sama, ini seperti mengungkapkan bahwa emosi manusia itu stabil.

Bahkan dari kelompok teman, ada orang-orang yang memiliki masalah pribadi kepada kita. Mungkin, hampir setiap orang merasakan masalah antarindividu semacam ini. Ada banyak orang yang di depan kita seakan-akan baik dan peduli tapi menghina kita habis-habisan di belakang. Jika orang semacam ini tetap kita masukkan pada kelompok teman, maka akan semakin banyak hati yang butuh untuk dimakan. 

Ini karena perasaan juga butuh untuk istirahat. Aku pernah ditanya sekali pertanyaan semacam ini dan terus terngiang di pikiranku tiap aku menyempatkan diri untuk merenung, "kenapa kau jarang menemukan hubungan yang bertahan lama?"

Aku cukup sulit untuk mendefinisikan dan menjawab dengan rinci pertanyaannya. Tapi semakin lama aku berpikir dan menyeleksi tiap jawaban, aku menemukan satu kesimpulan, itu karena aku belum menemukan orang yang cocok.

Aku tidak bisa mengatur bagaimana sikap dan perkataan orang lain padaku, tapi aku bisa mengelompokkan mereka sesuai dengan bagaimana aku menganggap mereka. Itu karena, aku ingin mengenali diriku sendiri dengan lebih baik lagi.

Postingan populer dari blog ini

Viola

Book Review - Gila Baca Ala Ulama

Untuk Apa Aku Menulis?