Tidak Semua Semudah Itu

 


KATA-kata adalah jiwa seseorang -aku membaca kalimat itu beberapa saat yang lalu dan berpikir sesuatu, apakah sebuah kata-kata adalah cermin dari diri seseorang? Tapi semakin aku memikirkannya, hal semacam itu cukup menggangguku. Karena kita tahu bahwa kata-kata adalah sesuatu yang dibuat dan dipikir, secara matang dan masa depan. Kata-kata mencerminkan sebuah tujuan tapi tidak dengan kepribadian. Seseorang terkadang membentuk 'orang lain' dalam dirinya demi sebuah tujuan dalam kata-kata yang ia ucapkan. Bahkan seseorang bisa jadi kehilangan jati dirinya sendiri dan bertindak seakan-akan dia adalah orang lain dengan mengikuti sebuah kebiasaan.

Kapan hal semacam itu bisa terjadi? Saat kita sedang jatuh cinta. Aku merasa hal seperti ini sering terjadi pada banyak kalangan zaman sekarang. Saat pasangan kita menyukai sesuatu, maka kita akan tertarik pada hal tersebut lebih dari pasangan kita. Pengaruh antara ingin menjadi sesuatu yang disukai membuat diri seseorang merubah struktur kebiasaannya menjadi sangat berbeda. Terkadang hal seperti ini sulit disadari.

Aku pernah dua kali mengalami fase semacam ini. Saat seseorang yang kusukai sangat menyukai sebuah film atau kebiasaan tertentu, tiba-tiba aku merasa ingin menonton atau mencobanya agar bisa berbagi cerita. Lebih dari itu aku malah menikmati dan membentuk sebuah karakter baru dalam diriku yang bahkan aku tidak menyadarinya sama sekali. Aku menyadari adanya 'sosok lain' dalam diriku saat aku mulai ditinggalkan dan kembali pada beberapa kebiasaan lama. Pada saat itu aku akan merasa "ah sudah lama aku tidak melakukan ini." Tapi, kenapa? Padahal tidak ada alasan untukku tidak melakukannya dan aku bebas melakukan apapun yang kusuka. Jawaban atas pertanyaan retoris itu hanya satu, karena aku tidak memegang diriku sendiri.

Butuh beberapa kali percobaan dalam masalah semacam itu agar kita bisa mengendalikan diri kita sendiri. Saat kita menyukai orang lain dan berdiri pada sisi kita sendiri, terkadang itu akan menimbulkan sebuah konflik yang cukup menyulitkan antar pasangan. Jadi hal paling penting adalah saling berkomunikasi tentang kesukaan masing-masing dan saling berbagi tanpa meninggalkan jati diri sendiri. Apapun yang terjadi, peganglah dirimu sendiri tanpa dikendalikan 'sosok lain' dalam dirimu.

Postingan populer dari blog ini

Viola

Book Review - Gila Baca Ala Ulama

Untuk Apa Aku Menulis?