Tulisan Adalah Jiwa Seseorang
APAKAH semua hal butuh alasan dan keuntungan? Kurasa jika memang semuanya butuh hal semacam itu, aku sudah salah besar sejak awal.
Maksudku adalah tentang sesuatu yang ingin kau coba. Beberapa kali aku menulis, selalu terpikirkan, 'apa untungnya buatku?' Setiap tulisanku adalah tulisan biasa yang tidak memiliki keunikan di dalamnya, aku mencoba membuat cerita dan aku tidak menemukan keunikan tersendiri. Sedalam apapun aku berpikir dan beberapa kalipun kuhapus tiap kata yang sudah kuketik, sama sekali tidak menimbulkan sebuah keunikan pada tulisanku dan pada diriku sendiri.
Apa memang semua berasal dari bakat? Aku pernah berpikir pesimis seperti itu, tapi kemudian pemikiran seperti itu tanggal karena pikiran positif yang muncul tiba-tiba. Bahwa aku, melakukan semuanya untuk diriku sendiri.
Ya, hampir saja aku lupa apa alasanku menulis. Aku menulis bukan karena agar dibaca orang lain, aku menulis bukan karena untuk menunjukkan apa aku berbakat atau tidak, aku menulis bukan karena aku ingin menjadi penulis. Aku menulis karena aku ingin, aku menulis karena aku butuh dan aku menulis karena aku hidup.
Hidup dengan tulisan dan hidup untuk tulisan. Mungkin aku sudah menemukan sebuah alasan fundamental untuk diriku sendiri bertahan; yaitu membuat tulisan. Aku pernah bermimpi bisa menuliskan sesuatu seperti Dazai yang menyentuh banyak orang, atau Murakami dengan keunikan tulisannya juga Kawabata dengan moralitas lamanya. Aku bermimpi demikian dan berambisi demikian. Aku menulis untuk diriku sendiri dan segala hal yang ingin kutuliskan. Kurasa itu adalah alasan utama untuk tetap menulis. Sekarang aku sedang berlatih menulis pikiranku sendiri secara utuh, bukan melewati tokoh yang aku buat sendiri seakan-akan melarikan diri dari diriku sendiri. Mungkin dibanding awal-awal aku menulis, sekarang jauh lebih lancar dan segala hal bisa kutulis dengan cepat. Tapi tetap saja, tidak ada perubahan signifikan dalam rasa tiap kata.
Sekarang saat aku merasa semua tulisanku tidak berguna, aku berharap tiap tulisan itu bisa menunjukkan bagaimana diriku yang tidak bisa aku jelaskan sendiri dan bagaimana kebingunganku yang tidak bisa aku diamkan. Aku menulis karena aku butuh. Kuharap walaupun aku menulis untuk diriku sendiri, ada seseorang yang membacanya dan menyukainya. Tidak perlu banyak orang, aku hanya perlu satu orang yang mengetahui tentang tulisanku. Tahu, bahwa aku berkeinginan membantu banyak orang dengan tulisanku sendiri.
Karena aku sudah tidak tahan dengan pikiranku.