Kurasa Kau Harus Melepaskannya

 


LAGI-lagi hari ini aku dihubungi oleh seseorang. Jujur saja hari ini aku banyak sekali menerima pesan masuk daripada biasanya. Kurasa ini adalah sebuah efek dari satu kali berkontribusi secara tidak langsung dalam penyampaian informasi dan orang-orang berpikir aku paham tentang informasi tersebut.

Kupikir, diandalkan bukanlah sesuatu yang buruk, terkadang kita merasa senang jika seseorang bisa mengandalkan kita, mungkin bisa disebut seseorang mempercayai kita. Tapi hal buruk akan terjadi saat kata 'mengandalkan' akan berubah menjadi 'bergantung'.

Mungkin itu bukanlah sebuah masalah karena dalam beberapa hal kita ingin seseorang bergantung pada diri kita, tapi ketika seseorang mulai benar-benar bergantung padamu, kurasa itu akan menjadi hubungan yang buruk. Aku tidak mengatakan kebergantungan adalah sesuatu yang buruk, tapi akan mengarah pada hal yang jauh lebih buruk. 

Kurasa ada beberapa orang di dunia ini yang melihat sisi sosial sebagai sebuah neraka. Aku teringat perkataan Sartre, "neraka adalah orang lain," dan kurasa terkadang aku setuju pada hal ini. Orang lain adalah sumber dari banyak masalah yang dihadapi manusia. Secara keseluruhan masalah manusia, hanya kurang dari 20 persen yang berasal dari dirinya sendiri, sisanya berkaitan erat dengan sikap orang lain terhadap dirinya. Kurasa dalam hal ini Sartre menunjukkan sikap sinisme yang cukup berlebihan dengan menyebutnya sebagai 'neraka'.

Mungkin aku ingin mengatakan, bahwa urusan dengan orang lain adalah dibutuhkan selama dalam lingkup yang terbatas. Batasan dalam interaksi juga kerja sama. Semua yang berlebihan itu tidak baik, ungkapan umum yang bisa digunakan pada tiap situasi, termasuk hal ini. Jadi jika terkadang kau merasa lelah dengan orang lain, ambilah waktumu sendiri untuk tidak membalas pesan mereka. Tidak membalas bukanlah sesuatu yang buruk, jadi lakukan saja apa yang kau butuhkan untuk kesehatanmu sendiri. Bagaimanapun, orang lain tidak boleh mengatur emosimu lebih dalam lagi.

Postingan populer dari blog ini

Viola

Book Review - Gila Baca Ala Ulama

Untuk Apa Aku Menulis?