Emosi Yang Menyibukkan
AKU merasa ingin menulis, tapi hampir seluruh badanku benar-benar terasa pegal di sana-sini. Aku merasa seperti remaja yang mengalami penuaan dini pada bagian tulang. Tidak, itu hanya melebih-lebihkan.
Belakangan ini aku bisa dibilang sibuk. Jujur saja, sesibuk apapun aku hampir-hampir tidak pernah merasa jika aku sibuk. Saat tubuhku sibuk, aku membebaskan pikiranku dan siap merespon siapapun yang menghubungiku. Jadi hampir tidak pernah memutuskan sebuah komunikasi hanya karena aku sedang melakukan sesuatu. Kurasa aku patut bangga karena hal kecil semacam itu.
Aku berkata aku bisa disebut sibuk belakangan ini, tapi jujur saja aku masih sempat untuk bermalas-malasan. Namun satu-satunya alasan aku bisa berkata demikian adalah karena emosiku lagi-lagi tidak stabil. Aku merasa sibuk bukan karena aku sedang banyak kegiatan, tapi karena ada banyak emosi yang kurasakan bersamaan dengan kegiatan yang aku jalani. Jika sudah demikian maka sulit bagiku untuk berpikir lurus dan logis.
Aku merasa seperti terkekang pada sebuah titik dan tidak bisa berjalan kemanapun. Saat aku merasakan hal seperti ini, rasanya aku sama sekali tidak bisa mencapai tingkat produktivitas apapun. Semua yang kulakukan terasa seperti hal yang tidak berguna karena emosiku yang tidak stabil. Namun, tentu saja, kau tidak bisa beralaskan untuk meninggalkan pekerjaanmu hanya karena emosimu pribadi. Walaupun aku sangat ingin melakukannya.
Biasanya aku akan menuliskan jalan keluar singkat dari berbagai hal yang sudah kuungkapkan, tapi untuk saat ini, aku masih pada kebuntuan yang mengerikan. Aku tidak bisa menemukan bagaimana aku harus memberikan saran pada diriku sendiri. Jadi kupikir aku bisa menuliskan sesuatu untuk menemukan jalan yang akan aku lalui. Jika memang emosiku tidak bisa stabil, paling tidak diriku masih bisa terlihat stabil.
Aku ingin memotivasi diriku sendiri dan orang-orang yang merasakan hal seperti ini, jika kau bisa, ambilah istirahat singkat dan lakukan sebanyak mungkin hal-hal yang kau sukai. Jangan mengurung diri dan memilih kesendirian dan kesepian. Walaupun sendiri, paling tidak kau harus melihat dunia yang masih berjalan. Kurasa itu akan sedikit memberikan emosi positif dalam dirimu.
Karena, kau masih harus menempuh banyak hal yang luar biasa. Jadi, jangan berhenti di titik ini, cukup istirahat dan lakukan perlahan. Jika kau orang yang perfeksionis, kuharap kau bisa mencari seseorang yang bisa membantumu melakukan sesuatu. Seseorang yang dekat dan bisa kau percaya. Seseorang yang tidak akan memperburuk emosimu.