Aku yang Kontradiktif
BISA dibilang bahwa aku menyukai kebebasan. Aku tidak terlalu suka terikat secara khusus oleh aturan yang merepotkan. Aku bahkan muak untuk menerima perintah walaupun itu adalah hal yang ringan. Tapi di sisi lain aku iri pada mereka yang diperintah.
Karena kebebasan yang aku rasakan, aku mulai merasa buram tentang apa yang harus kulakukan selanjutnya dan bagaimana melakukan sesuatu secara disiplin, jujur saja aku iri pada hal semacam itu. Melihat beberapa orang yang hidup terikat dengan sebuah aturan membuatku merasa simpati pada mereka, tapi kemudian aku menyadari betapa aku mengharapkan kehidupan semacam itu.
Mungkin ini memang aneh karena aku mengatakan dua hal yang kontradiktif, tapi memang begitulah kenyataannya. Saat seseorang tidak tahu bagaimana kebebasan itu digunakan, pada saat itulah dia menemui kematiannya. Layaknya Ikarus yang bebas dengan sayap buatan dan tidak memiliki tujuan, dengan sombongnya terbang di atas lautan dan menantang matahari -sungguh malang Daedalus karena memberikan kebebasan fana itu pada anaknya.
Begitulah sepertinya tentang kebebasan, bahwa saat kau merasakan hidupmu adalah hidup yang bebas dan kau dipersilakan melakukan apapun, maka kau tidak bisa melakukan apa-apa. Gaya hidup disiplin membuatku iri saat aku ada di posisi seperti itu. Hidup pasti akan lebih rileks dan menyenangkan ketika ada seseorang yang memberi tahumu apa yang harus kau lakukan, tentang dirimu dan bagaimana ke depannya. Jika aku; saat aku merasa tidak ingin melakukan apa-apa, maka aku tidak akan melakukan apa-apa. Aku memang bisa melakukan banyak hal dan belajar banyak hal, tapi karena itu hanya pilihan bagiku, aku tidak memiliki apapun yang bisa disebut 'alasan di balik perbuatan'.
Juga aku bebas berada pada situasi seburuk apapun yang aku mau, jika aku ingin mengerjakan sesuatu, maka aku akan mengerjakannya sebanyak mungkin. Aku membayangkan alangkah indahnya jika ada seseorang yang memberiku batasan dan mengatakan, "letakkan itu di sini", "kau lakukan bagian itu, lalu tidurlah dulu", hal-hal semacam itu.
Paling tidak, gaya hidup semacam itu meredakan pikiranku.
Aku kasihan pada mereka dan iri pada mereka.
