Walaupun Menyedihkan, Tetaplah Hidup
AKU sangat tidak menyukai saat di mana orang lain memberikan sebuah julukan padaku, bahkan, walaupun itu julukan yang baik. Karena itulah aku takut apabila aku menunjukkan sebuah sisi emosionalku di depan umum.
Bisa dikatakan bahwa aku memiliki perasaan simpati yang berlebih. Karena itulah aku mudah merasa kasihan dan cenderung memberikan perasaan pada orang lain. Aku merasa jika aku memperlihatkan sisi ini maka akan menjadi cukup aneh, oleh karena itu aku berusaha sekuat mungkin menahannya. Jika pada akhirnya aku ditipu, maka aku hanya akan bersedih lalu kembali memberikan sebuah senyuman pada orang lain. Mungkin, inilah yang disebut dengan kehangatan.
Terkadang, aku ingin menerima kehangatan serupa dari orang lain. Saat seseorang memelukku dan memberikan sebuah kata-kata manis untukku, walaupun itu sebuah kebohongan, itu tidak masalah. Meskipun waktu kita di dunia tidak panjang, tetapi di sisi lain ada cukup waktu untuk memberikan kehangatan dan merasakan sakit. Satu-satunya cara untuk menghindari itu adalah menjadi tidak peka dan acuh pada berbagai keadaan. Tapi aku merasa cara seperti itu tidak akan pernah bisa kulakukan. Aku berusaha sebisa mungkin tetap tersenyum walaupun pada akhirnya aku dilanda kebingungan dan rasa sesak karena ingin menangis.
Meskipun kau sedang merasa depresi dan terkadang bahagia karena hal kecil, bagaimanapun, tetaplah hidup. Walaupun pada akhirnya kita akan berakhir menyedihkan, selama kau bisa menerimanya, itu tidak masalah.
