Garis Miring Dalam Kurung

DI umur sekarang mungkin beberapa teman sebayaku sudah memikirkan tentang pekerjaan. Beberapa dari mereka melakukan karena ingin tapi sebagian besar karena keterpaksaan. Aku, walaupun dengan keadaan seperti ini, entah mengapa aku merasa cukup mengerti perasaan itu karena keegoisanku. Kurasa wacana beberapa orang bahwa minimal seseorang harus lulusan sarjana adalah sebuah klaim egoisme karena kemampuan materil mereka. Dalam beberapa kasus memang ada mereka yang ingin berusaha dan bekerja sembari membiayai kehidupan mereka sendiri di tengah pendidikan. Namun tentu kalian tahu alasan selain itu yang kumaksud.

Aku membayangkan jika seandainya aku ada di posisi semacam itu, apa yang akan kulakukan? Akankah aku bekerja dan meninggalkan keinginan dalam cita-cita? Atau tetap mengejarnya dengan tubuh dan mental yang rusak? Imajinasiku bahkan tidak bisa menggapainya. Dari sini aku merasa bahwa kehidupanku cukup lancar dan patut untuk kusyukuri sepenuh hati. Bagaimanapun semua keluhan, itu termasuk dari keinginan dan doa yang pernah kupanjatkan.

Aku paham dalam beberapa kasus perasaan tentang hal ini, tapi tetap saja mereka yang tidak pernah mengalami tidak akan pernah paham secara keseluruhan, maka dengan ketidaktahuan ini aku menuliskan tulisan ini, untuk kalian yang terhambat dan merasa terkucilkan dari masyarakat.

Bahwa, masyarakat bukanlah tolak ukur untuk dirimu sendiri. Jika kau menjadikannya sebagai tolak ukur, maka kau tidak akan pernah menemui sebuah kebahagiaan. Cukup lakukan apa yang kau bisa dan kau mau dan jangan pedulikan klaim masyarakat. Mayoritas akan selalu merasa superior terhadap mereka yang berbeda seakan-akan patut untuk ditelanjangi di depan umum. 

Jadi, selama kalian masih bisa berharap dan menangis, kalian bukanlah sesuatu yang disebut kegagalan. Kalian adalah orang-orang hebat yang tersembunyikan. Dalam diri kalian aku yakin ada sebuah potensi raksasa yang bisa kalian pergunakan, karena aku yakin, tidak ada seorang pun diciptakan tanpa kemampuan khusus. Kalian adalah orang-orang hebat yang memilih turun dalam genangan masyarakat daripada duduk nyaman di samping jalan. 

Untukmu yang sedang berjuang, siapapun itu, aku berharap keberkahan untuk kalian.

Postingan populer dari blog ini

Viola

Book Review - Gila Baca Ala Ulama

Untuk Apa Aku Menulis?