Aku Menjadikan Gagasanku Sebagai Musuhmu

 


TERKADANG aku ingin sekali mengkritik dan memaki seseorang melalui tulisan yang dia buat. Apalagi itu tentang hal-hal yang sama sekali tidak dia pahami sebagai sebuah "tujuan" dan "kepribadian".

Mereka -orang-orang sok penulis itu, menulis dengan egoisme tanpa kerendahan hati. Memang mereka berbicara tentang dasar dan hampir seperti sebuah fakta, tapi alih-alih menghormati, aku merasa mereka adalah orang-orang yang kehilangan "cinta" pada diri mereka.

Aku membaca tulisan orang semacam ini seperti sebuah ambisi demi perubahan. Mereka mengkritik tapi tidak dengan perasaan, hanya dengan pendapat mereka sendiri. Kami tidak butuh pendapat kalian! Kalian para penulis ulung, sifat kalian layaknya sebuah mimikri gagal tanpa sebuah martabat!

Dalam tulisan mereka aku membaca, "pada dasarnya ini sederhana seperti ini" atau "arti dasar dari", tetapi aku merasakan sebuah gejolak emosi dalam diri mereka. Bahwa mereka menulis bukan karena mereka merasakannya, tapi agar bisa diterima semua orang dengan sikap bijak. Mereka mengesampingkan fakta bahwa banyak orang tidak bisa menerima hal ini, tapi alih-alih mengikuti kejujuran, mereka malah optimis pada tulisan mereka. Padahal, kami semua tidak butuh definisi dan penjelasan semacam itu. 

Sekarang, kami lebih membutuhkan arahan. Kami sudah kehilangan jalan untuk mengekspresikan sebuah hidup dan  bagaimana memunculkan sebuah emosi dan pernyataan cinta. Definisi dan pernyataan dasar sama sekali tidak dibutuhkan pada ambisi yang terkikis. Terkadang mereka mengingatkan kami tentang sebuah harapan dan keinginan agar tetap bertahan. 

Tetapi jika kami memang ingin mengejar impian itu, serta keinginan yang dalam itu, apakah orang-orang mulia itu mau membimbing kami melewati semuanya? Kami memiliki ambisi kami, keinginan serta nafsu yang dalam demi sebuah tujuan yang jelas. Tapi kami memiliki gagasan yang kabur tentang bagaimana jalan dan arah yang harus kami lalui. Kami mendambakan kehidupan yang baik. Kehidupan yang bermoral. Kami memiliki keyakinan teguh dalam diri kami yang siap dihadapkan pada gelombang purnama.

Kami tidak punya jalan untuk mengungkapkan semua itu.

Postingan populer dari blog ini

Viola

Book Review - Gila Baca Ala Ulama

Untuk Apa Aku Menulis?