Aku Mencintaimu, Emosiku

 

AKU ingin bercerita tentang sesuatu, yaitu kecurigaan. Aku merasa seperti sebuah super ego berada dalam diriku dan menguasai emosiku agar menjadi lebih buruk. Karena kecurigaan itulah aku selalu memberikan hukuman untuk diriku sendiri. Lalu entah sejak kapan, aku benar-benar nyaman dengan cara semacam itu untuk menyalahkan diriku sendiri pada tiap keadaan. Mungkin ini karena kepercayaan diriku yang cukup rendah. Di mana aku lebih memandang rendah diriku sendiri dari orang lain di sekitarku. Aku merasa tidak ada sebuah keistimewaan ataupun perasaan istimewa dalam diriku (aku mengerti jika setiap orang seharusnya merasa bahwa diri mereka istimewa di segala aspek kehidupannya) tapi aku tidak memiliki kepercayaan sedalam itu.

Karena itulah, aku merasa tiap orang memiliki pemikiran buruk tentangku. Contohnya, saat seseorang menyukaiku maka aku akan berpikir, "apakah orang ini benar-benar menyukaiku atau hanya ingin memanfaatkanku?" Ada sebuah perasaan curiga pada orang lain dan kemungkinan lagi itu karena kepercayaan diriku yang rendah. 

Juga terkadang, aku ingin sekali membuat seseorang yang menyukaiku untuk membenciku. Jika ada orang yang menyukaiku, aku akan bertindak sangat menyebalkan hingga aku ingin memukul diriku sendiri. Aku akan bersikap seperti itu sampai orang itu membenciku dan meninggalkanku, dan aku akan merasa lebih tenang jika itu terjadi. Tapi jika orang itu tetap bertahan, aku akan berpikir, "dia tidak akan mendapat apa-apa denganku. Apa yang ada di pikirannya?" Lalu jika kemudian dia benar-benar meninggalkanku maka aku akan berpikir, "memang aku tidak pantas mendapatkan pengakuan semacam itu." 

Walaupun seperti itu, aku tetap seorang manusia yang memiliki hati, walaupun mungkin isinya adalah endapan-endapan yang buruk. Tapi, aku ingin menerima semua orang juga diriku sendiri. Bahkan aku yang tidak memiliki apa-apa dan tidak siap sepenuhnya bersama seseorang yang hangat hingga menyentuh hatiku, aku tetap ingin hidup dengan perasaan yang menyenangkan.

Postingan populer dari blog ini

Viola

Book Review - Gila Baca Ala Ulama

Untuk Apa Aku Menulis?