Aku Katakan Ini di Hadapanmu
AKU tidak pandai dalam bicara secara langsung, maka dari itu terkadang aku benar-benar bisa menjadi sangat pendiam. Sebenarnya, aku iri. Jika aku boleh jujur, aku iri pada mereka yang bisa mengungkapkan banyak hal secara langsung lewat kata-kata. Kurasa, aku akan bercermin dan merekam suaraku lebih dulu demi menilai diriku secara obyektif. Mungkin ini terkesan memaksakan diri dan sama sekali bukan hal baik. Aku tahu itu.
Mungkin, karena aku takut dianggap buruk. Terkadang aku takut melakukan sebuah kesalahan layaknya itu hal yang besar. Padahal jika kupikirkan lagi, orang-orang tidak peduli dengan apa yang kulakukan dan masalah kecil seperti itu. Tapi, menghilangkan sebuah perasaan semacam itu benar-benar sulit.
Karena itulah, aku iri. Iri pada mereka yang bisa hidup di tengah semua jenis mansusia. Aku iri padamu yang bisa tertawa dengan nyaman. Aku merasa seperti sebuah bayangan yang tertutup kegelapan dan tidak bisa melakukan apa-apa dari tempat itu. Aku iri padamu yang selalu bisa mengatakan semuanya secara jujur, juga tangisan itu. Walaupun aku tahu, mereka yang menangis belum tentu pantas dipercaya, tapi aku ingin mencobanya. Mungkin kau akan berkata, 'bukankah itu nyaman?' Tapi aku sama sekali tidak merasa seperti itu. Rasanya, aku kasihan pada diriku sendiri walau aku berusaha mencintainya.
Ya, aku iri padamu. Siapapun engkau, yang bisa tertawa dengan nyaman, bicara dengan jujur dan mendekati orang yang kau suka dengan mudah. Aku iri denganmu.
