Rasa dalam Frasa
BEBERAPA bulan belakangan ini, beberapa tulisanku terasa benar-benar melankonis. Sejak memulai menulis beberapa tulisan: cerita pendek, novel ataupun sebuah catatan ringkas, aku lebih sering menulis sesuatu yang menyedihkan daripada sesuatu yang menyenangkan. Bahkan untuk tugas sekolah, aku berencana menuliskan sesuatu yang biasa, tapi yang tertuang dalam kertas adalah sesuatu yang jauh lebih gelap. Seseorang yang membaca beberapa tulisanku pernah mengatakan, "entah di bagian mananya, tapi tulisanmu terasa menyedihkan. Lain kali tulislah sesuatu yang lebih menyenangkan."
Beberapa orang mulai mengkhawatirkan keadaan emosionalku. Walaupun aku tidak memiliki banyak teman, tapi aku merasa bahwa ini sudah cukup. Orang-orang yang ada di sekitarku adalah mereka yang memiliki empati tinggi terhadap orang lain. Aku pun paham bagaimana kekhawatiran beberapa orang akibat tulisan-tulisanku. Aku berusaha mengiyakan mereka dan mengatakan bahwa hanya inilah yang bisa kutulis. Lebih tepatnya; yang ingin kutulis.
Mungkin aku akan mengoreksi sedikit kesalahan mereka, bahwa aku menjadi emosional bukan karena sering menulis tulisan yang menyedihkan. Tapi tulisan itulah yang muncul dari dalam hatiku, sebagai cerminan emosi sedih dan penyesalan dalam diriku. Rasa sakit dalam hati terdalam yang membuatku menulis tulisan seperti itu.
Bukan berarti aku adalah orang yang melankonis atau sering menangis setiap hari. Aku benci menangis dan aku membenci diriku pada bagian ini. Mungkin seseorang yang terlatih untuk menghindari sebuah tangisan akan sangat kesulitan untuk menangis walaupun dia mencobanya. Dalam niatan lain, aku ingin tulisanku membuat seseorang ingin menangis, menyadari sesuatu yang sebelumnya belum dia sadari dalam diri manusia. Setiap orang memiliki emosi yang berbeda-beda dan cara pelampiasan yang berbeda, dan ini adalah caraku melampiaskannya.
Cobalah sekali-kali tuliskan sebuah tulisan yang bisa membuatmu menangis. Tidak peduli tidak ada yang membacanya, lakukan untuk dirimu sendiri. Aku ingin menulis sesuatu yang bisa membuatmu menangis lebih lama. Aku ingin menulis sesuatu walaupun akan kau lupakan begitu saja, tapi membuatmu kembali saat situasi terburukmu. Kau akan membacanya kemudian menangis kembali dalam kesendirian. Setelah menangis seperti itu, maka perasaan akan menjadi lega dengan sendirinya.
Jadi, aku akan terus terjaga, membuat frasa untuk menjaga hati banyak orang.
