Kuharap Kau Membenciku
TIDAK ada sesuatu apapun yang membuatku merasa benar-benar baik waktu kau berkata, "semoga kau baik-baik saja. Aku harap seperti itu." Entah kenapa perpisahan damai semacam itu tidak pernah kuharapkan sebelumnya. Karena itu bisa menjadikan salah satu pihak dengan mudah melupakan tanpa pernah terjadi apa-apa. Maka dari itu, aku menginginkan sebuah perpisahan yang benar-benar buruk. Saat aku merasa bahwa, 'sepertinya ini akhirnya' maka aku akan membuat situasi menjadi sangat buruk dan benar-benar buruk. Karena aku tidak ingin menjadi sebuah kenangan baik untuk dirimu.
Sebuah hubungan akan lebih mengingat situasi yang menyenangkan daripada keburukan yang terjadi, tapi berbeda dengan akhirnya. Karena perpisahan yang damai akan terlewat begitu saja dalam sekejap. Lebih baik aku menghancurkanmu dan memecahkanmu hingga tak bersisa dan berlalu begitu saja. Karena itu lebih baik untuk kedepannya.
Mungkin setelah itu kau akan membenciku. Tapi perasaan benci itulah yang kuinginkan. Di suatu sisi kau tidak akan melupakanku karena perasaan bencimu, di sisi lain kau tidak akan tersiksa saat mengingatku. Bukankah itu baik untukmu? Kau tidak akan pernah melupakanku dan kau tidak merasakan sakit karena perpisahan yang damai. Walaupun kau tidak akan pernah mau lagi bertemu atau berpapasan denganku, cukup bahwa dengan kau bahagia setelahnya, itu menyenangkan.
Tujuanku adalah menyisakan pecahan diriku dalam dirimu walaupun hanya sebagian kecil saja. Apa kau pernah mendengar bahwa seseorang yang mencintai, maka secara tidak langsung akan mengubah sifatnya dan merasa mirip dengan orang tersebut? Aku ingin meninggalkan bekas itu pada dirimu.
Sedangkan aku akan tetap diam di sini merasakan akibatnya dan tidak akan pernah melupakan kejadian semacam itu lebih dari apapun.
